Selasa, 05 Juni 2018
Rabu, 16 Mei 2018
Selasa, 15 Mei 2018
Rabu, 30 Maret 2016
PANTUN
Pantun merupakan salah satu
jenis puisi lama yang sangat luas
dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti
"petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak
dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun
terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris
terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b
dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya
merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri
lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak terdapat nama penulis. Hal ini
dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan.
Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan
alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak
punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk
mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan
tujuan dari pantun tersebut.
Karmina dan talibun merupakan bentuk
kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina
merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun
adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).
Peran pantun
Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga
fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun melatih seseorang
berpikir tentang makna kata sebelum berujar. pantun juga melatih orang berpikir
asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara
sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di
kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun
menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.
Secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat
penyampaian pesan. Kedekatan nilai sosial dan pantun bahkan bermula dari
filosofi pantun itu sendiri. ”Adat berpantun, pantang melantun” adalah filosofi
yang melekat pada pantun. Adagium tersebut mengisyaratkan bahwa pantun lekat
dengan nilai-nilai sosial dan bukan semata imajinasi. Effensi (2005) mencatat
semangat ”hakekat pantun menjadi penuntun" pada pantuan. Penjelasan
tersebut meneguhkan fungsi pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk
memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai masyarakat.
Secara ringkas, pantun
adalah ….
Jenis puisi Melayu Lama yang memiliki ciri-ciri :
-
Satu bait pantun berisi atas empat baris.
-
Satu baris pantun terdiri atas 8–12 suku kata.
-
Satu baris bersajak a – b – a – b.
-
Baris pertama dan baris kedua merupakan
sampiran.
-
Baris ketiga dan baris keempat merupakan isi.
1. Lihat mentari saat petang,
sungguh indah dipandang mata.
....
....
Baris yang tepat untuk melengkapi pantun di atas adalah:
a. Melihat ibu sudah datang,
hati cemas jadi gembira.
b. Ayah bunda cobalah lihat,
adik menangis ingin mainan.
c. Melihat bunda pulang lekas,
hatiku senang bukankepalang.
d. Bunda, kita pergi ke sawah,
adik di rumah tak berkawan.
....
....
Baris yang tepat untuk melengkapi pantun di atas adalah:
a. Melihat ibu sudah datang,
hati cemas jadi gembira.
b. Ayah bunda cobalah lihat,
adik menangis ingin mainan.
c. Melihat bunda pulang lekas,
hatiku senang bukankepalang.
d. Bunda, kita pergi ke sawah,
adik di rumah tak berkawan.
2. Tujuan membaca pantun adalah:
a. untuk memperoleh keindahan yang bersumber dari bahasa
b. supaya dapat dinikmati orang lain
c. untuk memperoleh pujian dari orang lain
d. untuk melatih kekuatan ingatan dan pikiran
a. untuk memperoleh keindahan yang bersumber dari bahasa
b. supaya dapat dinikmati orang lain
c. untuk memperoleh pujian dari orang lain
d. untuk melatih kekuatan ingatan dan pikiran
3. Janganlah kamu meratapi nasib,
Hidup tenang rasa bahagia.
Jadi orang haruslah tertib,
Agar terhindar celaka di jalan raya.
Hidup tenang rasa bahagia.
Jadi orang haruslah tertib,
Agar terhindar celaka di jalan raya.
4. Pantun tersebut termasuk pantun ....
a. agama b. jenaka
c. nasihat d. budi
a. agama b. jenaka
c. nasihat d. budi
Pantun berikut untuk menjawab soal nomor 5 dan 6
Menyapa tamu duduk dibangku,
hujan deras membuat badan sakit.
Apakah kamu bisa membantuku,
mengerjakan tugas yang sangat sulit.
Menyapa tamu duduk dibangku,
itu sangat baik sekali.
Kamu tidak perlu malu-malu,
aku akan bantu dengan senang hati.
Menyapa tamu duduk dibangku,
hujan deras membuat badan sakit.
Apakah kamu bisa membantuku,
mengerjakan tugas yang sangat sulit.
Menyapa tamu duduk dibangku,
itu sangat baik sekali.
Kamu tidak perlu malu-malu,
aku akan bantu dengan senang hati.
Senin, 28 Maret 2016
Fenomena Simbiosis Amensalisma pada Tumbuhan Oleander
Tumbuhan
Oleander, Bunga Mentega, Bunga Jepun dengan Julukan Tumbuhan dari Neraka
Ketika kami menganalisis materi pada Kisi-Kisi US/M SD TP.
2015/2016 tentang Simbiosis Makhluk Hidup, yaitu Sombiosis Mutualisma,
Komensalisma, Parasitisma, dan menjelajahnya di Google, kami mendapati adanya
simbiosis yang jarang dibahas di tingkat Sekolah Dasar yaitu Simbiosis
Amensalisma.
Simbiosis Amensalisme
Simbiosis amensalisme adalah suatu hubungan
timbal balik antar dua simbion yang mana salah satu dari simbion menekan
pertumbuhan dan perkembangan simbion lainnya. Simbiosis amensalisme adalah
kebalikan dari simbiosis komensalisme. Jika pada simbiosis komensalisme satu simbion diuntungkan
sedang satu simbion lain tidak mendapatkan apa-apa, maka pada simbiosis
amensalisme, satu simbion mengalami kerugian sedangkan simbion lainnya tidak
memperoleh apa-apa.
Simbiosis amensalisme sering dikaitkan dengan istilah alelopati.
Alelopati adalah suatu sifat menghambat pertumbuhan organisme di lingkungan
sekitar melalui ekskresi zat racun. Zat racun yang dimaksud di sini sering
disebut zat alelopati. Hal ini dikarenakan senyawa alelopati
tersebut memang bermanfaat untuk (manfaat alelopati):
-Menghambat penyerapan unsur hara.
- Menghambat sistem pembelahan sel pada tumbuhan.
- Menghambat proses fotosintesis.
- Berpengaruh signifikan terhadap sistem respirasi.
- Menghambat proses sintesis protein.
- Menyebabkan ketegangan pada membran.
- Menghambat proses aktivasi enzim tumbuhan.
- Menghalau penyebaran tumbuhan.
- Melawan suksesi
-Menghambat penyerapan unsur hara.
- Menghambat sistem pembelahan sel pada tumbuhan.
- Menghambat proses fotosintesis.
- Berpengaruh signifikan terhadap sistem respirasi.
- Menghambat proses sintesis protein.
- Menyebabkan ketegangan pada membran.
- Menghambat proses aktivasi enzim tumbuhan.
- Menghalau penyebaran tumbuhan.
- Melawan suksesi
Secara sederhana Simbiosis Amensalisme
diartikan hubungan timbal balik dimana
satu pihak mendapat kerugian, satu pihak tidak untung tidak rugi.
1. Gulma dengan
Padi. Gulma menghambat pertumbuhan padi karena ia menghalangi padi dari sinar
matahari.
2. Jamur penicillum sp yang bisa menghambat perkembangan bakteri jenis tertentu.
3. Ganggang Hydrodictyon dan Scenedesmus menghasilkan antibiotik yang dapat mematikan bakteri tertentu.
4. Rumput teki yang mengeluarkan senywa bersifat racun sehingga tumbuhan di sekitarnya tidak bisa tumbuh dan
berkembang dengan baik.
5. Pohon walnut. Tumbuhan ini menghasilkan
senyawa alelopati sehingga jika diperhatikan secara cermat, pada
sekitar pohon ini tak ada tumbuhan lain
yang bisa tumbuh juga berkembang dengan baik karena dihambat oleh senyawa alelopati pohon Walnut
6. Pohon pinus. Jika diperhatikan, jarang ada
tumbuhan yang bisa tumbuh dengan baik di wilayah si pinus tersebut.
7.
Nerium oleander menghasilkan racun oleandrin yang mematikan bagi manusia.
Dari contoh tanaman yang melakukan simbiosis Amensalisma
tersebut, yang menurut kami paling menarik untuk dibahas adalah Bunge Jepun (Nerium oleander) atau sering disebut sebagai bunga
mentega adalah tanaman perdu anggota keluarga Apocynaceae yang menghasilkan
bunga sepanjang tahun Bunga jepun berasal dari Afrika bagian utara, bagian
timur Mediterania dan juga Asia Tenggara. Wikipedia
Nerium Oleander adalah tumbuhan yang beracun padahal di sekitar
rumah kami ternyata ditanam tumbuhan tersebut. Hal yang menarik lainnya, di
artikel tersebut disebutkan bahwa oliander di daerah Arab dan Turki disebut zaqqum yang ternyata tercantum dalam Al-Quran
surat 37:62-63. Ayat 62. : Makanan surga) itukah hidangan
yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Ayat 63. : Sesungguhnya Kami menjadikan
pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim
Tumbuhan ini disebut lagi beberapa kali di ayat yang lain
di surat 17:60,37:5, 67:6, 44:43,56:52.
Saya tidak tahu apakah setelah turun ayat ini orang arab menamakan oleander sebagai zaqqum atau memang dari dulunya sudah bernama Zaqqum, mungkin pembaca yanglebih ahli bisa menjawab, namun ini memberi tanda kepada kita bahwa tumbuhan ini memang berbahaya.
Saya tidak tahu apakah setelah turun ayat ini orang arab menamakan oleander sebagai zaqqum atau memang dari dulunya sudah bernama Zaqqum, mungkin pembaca yanglebih ahli bisa menjawab, namun ini memberi tanda kepada kita bahwa tumbuhan ini memang berbahaya.
MEMBRAN TIMPANI
Kutipan
berikut adalah tentang ‘Fungsi Membran Timpani’ yang saya kumpulkan dari 8
artikel para sahabat yang baik hati. Semoga bisa menjawab kebingungan tentang
analisis soal terkait salah satu bagian dari organ pendengaran manusia ini..
I. Pengertian membran timpani
Gendang
telinga / membran timpani /tympanic membrane / eardrum adalah
suatu membran/selaput yang terletak antara telinga luar dan telinga
tengah.
Bentuk/anatomi
membran timpani
Membran
timpani berbentuk seperti selaput dan mirip gendang sehingga biasa disebut
gendang telinga.
Kutipan
tentang Fungsi Membran Timpani;
1. Fungsi membran ini sangat vital dalam proses mendengar.
karena pada dasarnya selaput ini yang akan meneruskan impuls suara dari telinga
luar ke tulang-tulang pendengaran selanjutnya akan diteruskan ke syaraf
pendengaran kita.
http://arifaputri.wordpress.com/materi/materi-kuliah/membran-timpani/
2.
Fungsi membran timpani (gendang telinga)
adalah untuk membantu pendengaran manusia. Ketika gelombang suara masuk ke
telinga, mereka menyerang membran timpani. Membran bergetar dengan kekuatan
serangan gelombang suara dan mengirimkan getaran lebih lanjut ke tulang telinga
bagian dalam. Pasien dengan pecah atau hilang membran timpani mengalami
kesulitan ekstrim dalam sidang.
http://tatangsma.com/2015/04/fungsi-gendang-telinga-membran-timpani.html
3. Membran
Timpani adalah membran yang menerima gelombang suara dan terletak diantara
telinga bagian luar dan telinga bagian dalam. Membran timpani disebut juga
gendang telinga yang fungsinya untuk menghantar getaran suara dari udara menuju
tulang pendengaran di dalam telinga tengah. http://kamusonlineindonesia.blogspot.co.id/2014/07/membran-timpani.html
4.
Gendang telinga
Gendang telinga atau membrana tympani adalah selaput atau membran tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah. Ia berfungsi untuk menghantar getaran suara dari
udara menuju tulang pendengaran di dalam telinga tengah.
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
5. Fungsi
terpenting membran timpani untuk menghantarkan getaran suara menuju foramen
ovale, selain itu juga memiliki beberapa fungsi proteksi.
- Penghantar
Getaran Suara
Getaran pada membran timpani dibagi menjadi tiga zona,
yaitu sentral, intermediet, dan perifer. Selama proses getaran berlangsung zona
sentral bergerak maju mundur seperti piston dengan bentuk kerucut yang tetap
dipertahankan. Zona perifer bergerak seperti engsel pada pertemuannya dengan
anulus timpanikus. Zona intermediet bergetar dengan amplitude terbesar
dibanding kedua zona yang lain. Pada gambar di bawah ini tampak pembagian zona
vibrasi membran timpani, di mana tekanan konsentris tiap zona berbeda-beda.
-
Fungsi Proteksi
Fungsi proteksi yang berhubungan dengan bunyi pada
membran timpani yang intak dapat mencegah gelombang bunyi langsung menuju
foramen rotundum. Fungsi proteksi yang lain untuk melindungi kombinasi telinga
tengah dari liang telinga luar serta menjaga perlindungan udara telinga tengah
dan mastoid guna mencegah refluks sekresi yang tidak diinginkan dari nasofaring
melalui tuba Eustachius.
(http://dokterkamalanshari.blogspot.co.id/2013/12/anatomi-dan-fisiologi-membran-timpani.html)
6. Gendang telinga adalah suatu membran yang terdapat diantara
telinga luar dan tengah. Fungsi dari gendang telinga ini berhubungan dengan
proses mendengar kita. Sangat bisa dibayangkan bagaimana jadinya bila selaput
ini robek, pastilah akan terjadi penurunan kemampuan mendengar kita, karena
pada dasarnya selaput ini yang akan meneruskan impuls suara dari telinga luar
ke tulang-tulang pendengaran selanjutnya akan diteruskan ke syaraf
pendengaran kita.
Membran Timpani
(Gendang Telinga) adalah bagian dari Telinga Luar yang berfungsi untuk menangkap
gelombang suara. Membran
Timpani merupakan selaput
tipis yang bergetar apabila menerima suara, namun apabila suara yang diterima
terlalu keras maka Membran
Timpani dapat pecah karena
menerima suara diluar kemampuannya.
http://bapakpengertian.blogspot.co.id/2015/04/Pengertian-Fungi-Membran-Timpani-Gendang-Telinga
8.
Arti membran timpani pada Biologi.; membran timpani : membran yang menerima gelombang suara dan
terletak diantara telinga bagian dalam dan telinga bagian luar
Simpulan : Dari beberapa kutipan di atas, kita boleh
menyimpulkan bahwa Fungsi Membran Timpani adalah mengantarkan atau meneruskan
getaran/gelombang suara dari telinga luar ke tulang-tulang pendengaran
selanjutnya akan diteruskan ke syaraf pendengaran
II. Kerusakan
pada Membran Timpani
Bila
terjadi kerusakan pada membran ini dapat dipastikan bahwa fungsi pendengaran
seseorang terganggu. Robeknya membran ini merupakan salah satu kerusakan yang
sering dialami baik pada anak-anak maupun dewasa. Penyebab robeknya membran ini
antara lain disebabkan oleh infeksi telinga tengah(otitis), trauma baik secara
langsung maupun tidak langsung misalnya tertusuk alat pembersih kuping, suara
ledakan yang berada didekat sekali dengan telinga kita, Telinga kita punya
batasan desibel untuk suara. Kita hanya mampu menerima suara di bawah 80
desibel, di atas 80 itu sudah termasuk kebisingan. Dan gendang telinga bisa
pecah pada desibel di atas 120. menyelam dengan kedalaman yang dianggap tidak
aman, trauma kepala akibat kecelakaan kendaraan bermotor dsb.
a.
Tanda dan gejala membran
timpani robek
Umumnya
tanda dan gejala robeknya gendang telinga antara lain nyeri telinga yang hebat
disertai keluar darah dari telinga (yang disebabkan trauma) sedangkan
yang disebabkan infeksi umumnya terdapat demam yang tak turun-turun, nyeri
telinga (otalgia), gelisah dan tiba-tiba keluar cairan/nanah dengan atau tanpa
darah.
b.
Kasus pada anak anak
Biasanya
berupa infeksi dan trauma. Pada anak-anak perforasi ini sangat berkaitan dengan
infeksi yang terjadi, seperti infeksi yang diawali dari saluran nafas, seperti
batuk dan pilek. Kuman yang ada di hidung bisa sampai ke telinga kita melalui
saluran eustachius. Jadilah ketika anak pilek dan batuk yanglama atau
pengobatan yang inadekuat, maka akan timbul pula infeksi pada telinga, yang
kita sebut sebagai otitis media, yang berlanjut menjadi otitis media supuratif
kronik, istilah awamnya congekan. Lama kelamaan, bakteri yang menginfeksi akan
menyebabkan robeknya membran timpani selain juga karena adanya perbedaan
tekanan karena udara tidak mampu keluar dari saluran eustachius yang
meradang. Penderita biasanya akan demam pada kondisi infeksi ini, nyeri telinga
yang hebat.
Sumber: https://arifaputri.wordpress.com/materi/materi-kuliah/membran-timpani/
Langganan:
Komentar (Atom)






