Jumat, 13 April 2012
Selasa, 18 Oktober 2011
HIDANGAN
Mengapa
Umat Nasrani mengadakan kebaktian di hari Minggu pagi dan sore?
Pertanyaan
ini terjawab ketika kami mengkaji tafsir Al Quran Surat Almaidah: 111-114. Dalam
ayat inilah (kata Al Maidah yang artinya Hidangan yang diturunkan Allah
Langsung dari langit) dijelaskan.
Makna Al
Maidah sebagai hidangan yang turun dari langit juga dijadikan sebagai salah
satu nama Surat dalam Al Quran.Turunnya hidangan dari langit ini adalah salah
satu mu’jizat Isa Ibnu Maryam (atas permintaan Sam’un/Samson) dan kaum
Hawariyyin pada hari Minggu, maka dijadikan oleh umat Nasrani, hari Minggu
sebagai hari raya/Ied yang lamanya 1 hari ( pagi – sore).
Dalam
mengkaji tafsir ayat Surat maidah ini, kita juga menemukan 2 kisah termashur
yaitu tentang Kaum Hawariyyin dan Sam’un atau Samson.
Selasa, 04 Oktober 2011
Jadi inget lagi dengannya...
Lagu ini pertama kali saya dengar ketika saya kelas 2 SPG. Saking terkesannya, saya masih hapal dan sering menyanyikannya sambil membayangkan wajahnya. Oh, Suri, seandainya...
TEARDROPS
By The Radios
Something in
the words you never said
Makes me feel I ain't seen nothing yet
Catch me now I'm falling
Hear the angels calling
Calling somewhere deep inside my head
Close encounters of a different kind
Open up the part that's sealed and signed
Many hearts get broken
When words are left unspoken
Leaving nothing but a worried mind
Reff**
We could float like teardrops on the ocean
We could flow like water to the sea
It may sound unclever, we'd last forever
If you want to stay with me
If you want to stay
You never know for sure what's coming up
Sad the echobeat will never stop
You're the one and only
If you leave me lonely
You might as well let all the curtains drop
We could float like teardrops on the ocean
We could flow like water to the sea
It may sound unclever, we'd last forever
If you want to stay with me
If you want to stay with me
**
We could float like teardrops on the ocean
We could flow like water to the sea
It may sound unclever, we'd last forever
If you want to stay with me
….. If you just lay love on me
INSPIRATION
Mendengar lagu Cing Ai Chaing Ai, karya Raihan, saya jadi terinspirasi untuk memperdengarkannya di hadapan murid-murid. Mengapa? Lagu ini menurut saya sarat dengan muatan nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman. Berikut teksnya:
CING AI, CING AI
Cing Ai, Ching Ai
Wei Tak Tik Allah
Yi Che Ai, Wei Foo Chong Sen
Islam Sherai Ai Tik Chen Siang*2X
Wei Tak Tik Allah
Yi Che Ai, Wei Foo Chong Sen
Islam Sherai Ai Tik Chen Siang*2X
Sin Chong She Ser Ser Ker Yiu Allah
Allah Ping Fook Wo Men Tek Cha Niyen
Siau Soon Foo Moo Woo Ching Ter Kwan Hwai
Wo Men Yau Who Ai Whu Chuu
Allah Ping Fook Wo Men Tek Cha Niyen
Siau Soon Foo Moo Woo Ching Ter Kwan Hwai
Wo Men Yau Who Ai Whu Chuu
Selalulah Mengingati Allah
Masalah Kembali Pada Allah
Hormati Ibu Bapa Kerna Kasihnya
Tolong Menolong Sesama Kita…………….Kembali *
Masalah Kembali Pada Allah
Hormati Ibu Bapa Kerna Kasihnya
Tolong Menolong Sesama Kita…………….Kembali *
Mohammotek Sher Allah Tek Ser Che
Yi Cher Ai Tui Tai Cang Pei Her Siau Hai
Wei Siaw She Tha Thi Mei Tek
Ying Wei Siau Sher Yik Cung Sher Sher
Yi Cher Ai Tui Tai Cang Pei Her Siau Hai
Wei Siaw She Tha Thi Mei Tek
Ying Wei Siau Sher Yik Cung Sher Sher
Muhammad Itu Pesuruh Allah
Sayang Kepada Yang Tua Dan Muda
Akhlak Mulianya Mudah Tersenyum
Kerna Senyuman Itu Sedekah…………….Kembali *
Sayang Kepada Yang Tua Dan Muda
Akhlak Mulianya Mudah Tersenyum
Kerna Senyuman Itu Sedekah…………….Kembali *
Cintakan Allah Kasihkan Allah
Allah Maha Besar
Melindungi Kita Dengan Rahmatnya
Islam Ajaran Yang Berkasih Sayang
Allah Maha Besar
Melindungi Kita Dengan Rahmatnya
Islam Ajaran Yang Berkasih Sayang
Laa Ilaahailallohu
Muhammadurrosululloh**
Allah Shertu Yi Ter Chu
Muhammotek Sher Allah Ter Ser Che
Muhammotek Sher Allah Ter Ser Che
Laa Ilaahailallohu
Muhammadurrosululloh
Allah Shertu Yi Ter Chu
Muhammotek Sher Allah Ter Ser Che
Muhammotek Sher Allah Ter Ser Che
Betapa Sulitnya,...
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
BANGSA
RELIGIUS, JUJUR, TOLERANSI,
DISIPLIN, KERJAKERAS,
KREATIF, MANDIRI, DEMOKRATIS,RASA
INGIN TAHU, SEMANGAT
KEBANGSAAN, CINTA TANAH AIR, MENGHARGAI PRESTASI, BERSAHABAT/KOMUNIKATIF, CINTA
DAMAI, GEMAR
MEMBACA, PEDULI
SOSIAL, PEDULI LINGKUNGAN, TANGGUNG JAWAB.
Nilai-nilai tersebut dapat
diaplikasikan dalam penyusunan RPP berkarakter.
Mencantumkannya dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran memang mudah, tapi pengejawantahannya dalam
pembelajaran ternyata sulit, palagi sebagai pendidik, sebelum memelajarkannya
kepada anak, apakah ia bisa dan sanggup mengamalkanya untuk dirinya sendiri???
Rabu, 28 September 2011
ANALISIS WACANA
KOHESI LEKSIKAL
DALAM TEKS PIDATO DR. KH. ZAENUDIN MZ.
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Siapa
yang tidak kenal Bung Karno, sang orator ulung. Kita baca dalam sejarah
bagaimana orang-orang yang mendengar bapak proklamator republik Indonesia ini
mampu menghipnotis pendengarnya karena kedahsyatan beliau dalam berpidato.
Pidato
adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan
pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya
dibawakan oleh seorang yang memberikan pernyataan tentang suatu hal atau
peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato juga merupakan salah
satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Pidato
yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar
pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum
dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu
seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit
semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam
berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya doperhatikan
serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang
yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita
sampaikan.
Penelitian ini diawali dengan
kekaguman penulis terhadap pidato-pidato almarhum DR. KH. Zaenudin MZ. Sejak
duduk di bangku SD telah mengenal almarhum karena sering mengundang beliau
dalam peringatan hari besar keagamaan di Masjid Jami Al Ihsan Lebak Bulus
tempat penulis tinggal sekitar tahun 80-an.
Sejak tahun 80-an almarhum DR. KH.
Zaenudin MZ. Telah aktif berdakwak dari masjid ke masjid. Pada tahun-tahun
80-an almarhum memang sudah terkenal namanya sebagai pendakwah yang ceramahnya
enak di dengar, tetapi beliau belum terkenal sebagai ’dai sejuta umat’. Nama
almarhum mencuat sebagai seorang penceramah ulung dan dikenal sebagai dai yang selalu diharapkan
kehadirannya untuk didengar ceramah-ceramahnya yang enak didengar, tidak
membosankan, karena kepiawaiannya berceramah atau berpidato.
Sebagai mahasiswa yang sedang
mempelajari ilmu bahasa, penulis ingin meneliti pidato atau ceramah yang
dibawakan almarhum DR. KH. Zaenudin MZ. Yang banyak mengundang banyak perhatian
masyarakat. Selama ini, data berupa teks pidato almarhum sulit diperoleh,
karena sumber data yang ada kebanyakan berupa rekaman dalam bentuk MP3. Untuk
menelitinya penulis memindahkan isi rekaman yang didengar dalam bentuk teks
dari rekaman yang ada. Teks pidato yang dicatat adalah rekaman ceramah almarhum
yang berjudul ”Reformasi Aqidah bagian 1, yang direkam pada bulan Ramadhan
tahun 2002, yang di download dari internet.
Selama ini kita mendengar ceramah
atau pidato almarhum DR. KH. Zaenudin MZ, yang terkenal karena keahliannya merangkai
kata dan kalimat sehingga menjadi pidato yang enak didengar. Pidato beliau juga
mudah dicerna dan penuh dengan lawakan segar, sehingga banyak orang dan para
pemerhati bahasa mengakuinya. Apakah jika diteliti dalam kajian wacana, pidato
almarhum dapat dikatagorikan sebagai wacana yang baik yaitu memenuhi aspek
kekohesian dan kekoherenan. Inilah yang melandasi tulisan penelitian kecil ini.
Kegiatan analisis teks pidato DR.
KH. Zaenudin MZ. Ini berkonsentrasi pada
hubungan bentuk antar bagian wacana yang disebut kohesi (Pratomo,2002:17),
karena keterbatasan waktu yang tersedia. Analisis kewacanaan yang penulis
lakukan difokuskan pada analisis kohesi leksikal Teks Pidato DR. KH. Zaenudin
MZ. yang meliputi reiterasi dan kolokasi.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas analisis wacana.
Keberadaan aspek leksikal dalam
wacana cerpen diketahui akan dapat membangun sebuah wacana menjadi kohesif.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa segi bentuk merupakan struktur lahir dari bahasa
yang mencakup aspek gramatikal, sedangkan segi makna adalah struktur batin
bahasa yang mencakup aspek leksikal.
Analisis wacana muncul sebagai
upaya untuk menghasilkan deskripsi bahasa yang lebih lengkap sebab terdapat
fitur-fitur bahasa yang tidak cukup jika hanya dianalisis dengan menggunakan
aspek struktur dan maknanya saja. Oleh karena itu, melalui analisis wacana
dapat diperoleh penjelasan mengenai korelasi antara apa yang diujarkan, apa
yang dimaksud, dan apa yang dipahami dalam konteks tertentu. Hal ini sesuai
dengan pendapat Cutting dalam Tarigan (2002:5) yang mengatakan bahwa analisis
wacana merupakan pendekatan yang mengkaji relasi antara bahasa dengan konteks
yang melatarbelakanginya. Lebih rinci lagi
Stubbs (1983:16) mengemukakan bahwa analisis wacana:
“attempts
to study the organization of language above the sentence or the clause, and
therefore to study larger linguistic units, such as conversational exchanges or
written texts. It follows that discourse analysis is also concerned with
language in use in social contexts, and in particular with interaction or
dialogue between speakers ”.
Langganan:
Komentar (Atom)

