Rabu, 28 September 2011

ANALISIS WACANA


KOHESI LEKSIKAL
DALAM TEKS PIDATO DR. KH. ZAENUDIN MZ.

I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Siapa yang tidak kenal Bung Karno, sang orator ulung. Kita baca dalam sejarah bagaimana orang-orang yang mendengar bapak proklamator republik Indonesia ini mampu menghipnotis pendengarnya karena kedahsyatan beliau dalam berpidato.
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan pernyataan tentang suatu hal atau peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato juga merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya doperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.
Penelitian ini diawali dengan kekaguman penulis terhadap pidato-pidato almarhum DR. KH. Zaenudin MZ. Sejak duduk di bangku SD telah mengenal almarhum karena sering mengundang beliau dalam peringatan hari besar keagamaan di Masjid Jami Al Ihsan Lebak Bulus tempat penulis tinggal sekitar tahun 80-an.
Sejak tahun 80-an almarhum DR. KH. Zaenudin MZ. Telah aktif berdakwak dari masjid ke masjid. Pada tahun-tahun 80-an almarhum memang sudah terkenal namanya sebagai pendakwah yang ceramahnya enak di dengar, tetapi beliau belum terkenal sebagai ’dai sejuta umat’. Nama almarhum mencuat sebagai seorang penceramah ulung dan dikenal  sebagai dai yang selalu diharapkan kehadirannya untuk didengar ceramah-ceramahnya yang enak didengar, tidak membosankan, karena kepiawaiannya berceramah atau berpidato.
Sebagai mahasiswa yang sedang mempelajari ilmu bahasa, penulis ingin meneliti pidato atau ceramah yang dibawakan almarhum DR. KH. Zaenudin MZ. Yang banyak mengundang banyak perhatian masyarakat. Selama ini, data berupa teks pidato almarhum sulit diperoleh, karena sumber data yang ada kebanyakan berupa rekaman dalam bentuk MP3. Untuk menelitinya penulis memindahkan isi rekaman yang didengar dalam bentuk teks dari rekaman yang ada. Teks pidato yang dicatat adalah rekaman ceramah almarhum yang berjudul ”Reformasi Aqidah bagian 1, yang direkam pada bulan Ramadhan tahun 2002, yang di download dari internet.
Selama ini kita mendengar ceramah atau pidato almarhum DR. KH. Zaenudin MZ, yang terkenal karena keahliannya merangkai kata dan kalimat sehingga menjadi pidato yang enak didengar. Pidato beliau juga mudah dicerna dan penuh dengan lawakan segar, sehingga banyak orang dan para pemerhati bahasa mengakuinya. Apakah jika diteliti dalam kajian wacana, pidato almarhum dapat dikatagorikan sebagai wacana yang baik yaitu memenuhi aspek kekohesian dan kekoherenan. Inilah yang melandasi tulisan penelitian kecil ini.
Kegiatan analisis teks pidato DR. KH. Zaenudin MZ. Ini  berkonsentrasi pada hubungan bentuk antar bagian wacana yang disebut kohesi (Pratomo,2002:17), karena keterbatasan waktu yang tersedia. Analisis kewacanaan yang penulis lakukan difokuskan pada analisis kohesi leksikal Teks Pidato DR. KH. Zaenudin MZ. yang meliputi  reiterasi dan kolokasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas analisis wacana.
Keberadaan aspek leksikal dalam wacana cerpen diketahui akan dapat membangun sebuah wacana menjadi kohesif. Dijelaskan lebih lanjut bahwa segi bentuk merupakan struktur lahir dari bahasa yang mencakup aspek gramatikal, sedangkan segi makna adalah struktur batin bahasa yang mencakup aspek leksikal.
Analisis wacana muncul sebagai upaya untuk menghasilkan deskripsi bahasa yang lebih lengkap sebab terdapat fitur-fitur bahasa yang tidak cukup jika hanya dianalisis dengan menggunakan aspek struktur dan maknanya saja. Oleh karena itu, melalui analisis wacana dapat diperoleh penjelasan mengenai korelasi antara apa yang diujarkan, apa yang dimaksud, dan apa yang dipahami dalam konteks tertentu. Hal ini sesuai dengan pendapat Cutting dalam Tarigan (2002:5) yang mengatakan bahwa analisis wacana merupakan pendekatan yang mengkaji relasi antara bahasa dengan konteks yang melatarbelakanginya. Lebih rinci lagi Stubbs (1983:16) mengemukakan bahwa analisis wacana:
“attempts to study the organization of language above the sentence or the clause, and therefore to study larger linguistic units, such as conversational exchanges or written texts. It follows that discourse analysis is also concerned with language in use in social contexts, and in particular with interaction or dialogue between speakers ”.

MEMORI
Pada bulan Juli 2011, kami mahasiswa UNJ semester III, mendapat tugas membuat small research. Judul penelitian saya yang disetujui oleh dosen berjudul : Kohesi Leksikal Teks Pidato Alm. DR. KH. Zaenudin MZ.
Awalnya saya kesulitan mencari teks pidato beliau sebagai bahan analisis. Sudah saya telusuri di internet, tapi tidak juga saya temukan (mungkin karena keterbatasan saya dalam penguasaan IT). Akhirnya saya menemukan pidato Almarhum dalam bentuk rekaman (MP3). Supaya saya dapat menganalisis teks pidato Almarhum, maka saya menyimak rekaman MP3, lalu saya ubah dalam bentuk teks, yang saya dokumentasikan berikut ini.
Mengapa tulisan ini saya muat? Tidak lain karena kecintaan saya kepada Almarhum. Sejak SD (sekitar tahun 80-an), saya telah mengenal Beliau sebagai da’i. Saya masih ingat, ketika itu beliau sering berceramah di masjid kampong kami (Masjid Jami Al Ikhsan, Lebak Bulus). Sejak dulu, ceramah beliau memang sangat enak didengar, dan dinanti-nanti kehadirannya oleh jamaah. Karena letak kampong kami di Lebak Bulus tidak seberapa jauh dengan tempat tinggal Beliau di Gandaria, maka setiap masjid kami mengadakan acara, beliau selalu menyempatkan diri untuk hadir.
Alasan lain, karena mungkin ada pembaca yang kesulitan menemukan teks pidato Beliau, sama seperti yang waktu itu saya rasakan dalam mencari bahan, sehingg semoga tulisan ini bermanfaat untuk dijadikan salah satu sumber kajian.
Akhirnya, mari kita doakan, agar amal ibadah Beliau diterima oleh Allah SWT, dan sepak terjang beliau sebagai dai menjadi amal jariah, Amin.

Rekaman Ceramah Alm. DR.KH. Zaenudin MZ.

Judul: REFORMASI AQIDAH (Bagian 1)

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Alhamdulillahilizi zaalana romadona sahro siyami lil mu’minin. Wasolatu  wasalamu ala asropil mursalin sayyidina muhammadin waala alihi wasohbihi azmain, amma ba’du.

Para ulama yg saya muliakan, para pejabat baik sipil maupun militer yg saya hormati. Alhamdulillah  malam mini, atas izin alllah mudah-mudahan yang kita laksanakan ini merpakan bagian dari amal ibadah kita  di bulan suci Ramadan  ini.
Hadirin
Reformasi terbesar, adalah reformasi yang dilakukan oleh baginda, nabi besar Muhammad SAW. Dua puluh tiga tahun merombak satu bangsa biadab menjadi bangsa beradab, merombak umat yg terpecah belah  menjadi umat yg bersatu. Merombak masyarakat yg tenggelam dalam kemusyrikan  menjadi umat  yg bertauhid. Reformasi besar apa yg dilaksanakan  oleh rosul, dan apa hubungannya dengan kita sekarang. Ini yang ingin sy sampaikan malam ini.

Kamis, 22 September 2011


     Analisis SWOT (singkatan bahasa inggris dari strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT juga berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
SWOT diawali dengan melakukan review pernyataan visi dan misi, yang dilanjutkan dengan review terhadap tujuan, sasaran, strategi, rencana, dan kebijakan yang ada. Setelah dilakukan review terhadap situasi saat ini dan masa lalu, mulailah dilakukan analisis SWOT. Melalui analisis ini, data-data dikumpulkan guna menjawab pertanyaan mengenai kondisi organisasi saat ini dan di masa depan (strengths, weaknesses) serta prediksi mengenai pasar/industri yang dimasuki (opportunities, threats). Berdasarkan analisis SWOT, rekomendasi dibuat guna menentukan strategi alternatif yang terbaik bagi organisasi.

Minggu, 24 April 2011

SULUK TUJUH


Takhalli, Tahalli, dan Tajalli
Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan rohani. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing. Jasmani membutuhkan makan, minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-perhiasan dan kemasyhuran. Rohani, pada sisi lain, membutuhkan kedamaian, ketenteraman, kasih-sayang dan cinta.
Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya manusia adalah rohaninya. Ia adalah muara segala kebajikan. Kebahagiaan badani sangat tergantung pada kebahagiaan rohani. Sedang, kebahagiaan rohani tidak terikat pada wujud luar jasmani manusia. Sebagai inti hidup, rohani harus ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi rohani diletakkan, kedudukan manusia akan semakin agung. Jika rohani berada pada tempat rendah, hina pulalah hidup manusia. Fitrah rohani adalah kemuliaan, jasmani pada kerendahan. Badan yang tidak memiliki rohani tinggi, akan selalu menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani. Rohani hendaknya dibebaskan dari ikatan keinginan hewani, yaitu kecintaan pada pemenuhan syahwat dan keduniaan. Hati manusia yang terpenuhi dengan cinta pada dunia, akan melahirkan kegelisahan dan kebimbangan yang tidak berujung. Hati adalah cerminan ruh. Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk dipenuhi dengan kesibukan pada dunia. Ia harus bersih.

Senin, 11 April 2011

Penerjemahan

JENIS TEKS DAN GENRE DALAM PENERJEMAHAN
Unit  A 10
A.      Keselarasan Teks Dalam Penterjemahan
Pada unit ini dan unit berikutnya kita akan membahas pengertian jenis teks dari dua sisi yang berbeda namun terkait. Pertama, kita akan menguraikan bagaimana suatu teks dapat memuat unsur bahasa yang bervariasi sebagai hasil dari situasi yang beragam (yang kemudian dikenal sebagai register). Berbagai pola kohesi yang mengubah urutan kalimat yang tidak selaras ke dalam teks koheren, dan berurusan dengan pola-pola ini dalam penerjemahan, dilihat kaitannya dengan konteks situasi yang ada pada saat itu. Sementara itu dimensi register, teks (dan terjemahannya) dapat dilihat dari sudut pandang konteks budaya yang lebih luas. Dalam hal ini, faktor-faktor seperti  pengalaman komunikatif yang tertanam di dalam teks (genre) dan pernyataan ideologis yang membuat teks (wacana) menjadi parameter penting dalam efektifitas produksi dan penerimaan teks, serta evaluasi terjemahan.

Sabtu, 19 Maret 2011

PANDUAN BIKIN RPP


PANDUAN PENGEMBANGAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 
I.  Pendahuluan 
Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.   
Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi  Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian

PERMENDIKNAS RI NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
A. Pengertian
1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil
belajar peserta didik.
2. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses
pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan
pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.