Rabu, 09 Maret 2011

Wasiat Syeh Siti Jenar


Syekh Abdul Jalil mengajarkan agama Islam secara kaffah antara syariat, thariqat, hakikat dan makrifat diajarkan secara berimbang dan berjenjang. Ajaran sufinya adalah apa yang disebut sasyahidan. Karena itu ia lebih dikenal sebagai Syekh Lemah Abang atau Syekh Siti Jenar. Syekh Abdul Jalil tidak sembarangan mengajarkan hakikat dan makrifat hanya orang-orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran yang ia ajari bukan sembarang orang apalagi orang awam.
Konon demikian banyaknya para pengikut Syekh Siti Jenar-Syekh Abdul Jalil ini dan mereka memuja-mujanya bagaikan dewa. Padahal yang demikian tidak dikehendaki oleh Syekh Abdul Jalil. Maka buru-buru Syekh Abdul Jalil berpamit meninggalkan padepokan Siti Jenar. Sebelum pergi ia berwasiat kepada murid-muridnya dan orang-orang yang mengaku sebagai pengikutnya:

Senin, 07 Maret 2011

METODE QUANTUM DAN PEMBELAJARAN MENULIS


Menulis adalah suatu proses mentransformasikan ide atau pikiran  ke dalam bentuk tulisan. Dalam hal ini, tidak semua orang  mampu mentransformasikan  ide atau pikirannya itu kedalam bentuk tulisan dengan baik. Ini disebabkan oleh  banyaknya faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis seseorang, diantaranya penalaran dan penguasaan kosakatanya.

MUATAN RELIGI DALAM NOVEL

Dalam era globalisasi saat ini manusia banyak menghadapi modernisasi informasi yang benar-benar menjamur. Internet muncul dimana-mana. Sekolah- sekolah bahkan di kampung-kampung banyak menyediakan internet sebagai sarana informasi global yang menghantui kita sebagai orang tua atau sebagai pendidik, sebab warnet yang disewakan kepada masyarakat umum dapat menyajikan budaya-budaya jelek untruk dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur. Informasi global memang perlu tetapi bila tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang matang akan menjadi bumerang bagi keutuhan keimanan seseorang. Banyak contoh kejahatan yang dilakukan oleh siswa SLTA yaitu melakukan seks bebas dengan teman pelajarnya karena sering melihat situs porno yang ada dalam internet. Hal ini terjadi karena tidak adanya benteng iman yang dimiliki pelajar .

Jumat, 04 Maret 2011

PEMEROLEHAN BAHASA


Peristiwa pemerolehan bahasa memerlukan waktu yang cukup panjang dengan melalui fase-fase dan ciri-ciri tersendiri. Kajian pemerolehan bahasa dapat dibedakan atas dua hal yaitu (1) pemerolehan bahasa pertama dan (2) pemerolehan bahasa kedua. Baik pemerolehan bahasa pertama maupun kedua mempunyai arti penting bagi pertumbuhan manusia selanjutnya. Pada fase awal dapat menentukan corak dan kualitas perkembangan manusia baik berupa perkembangan fisik, psikis, maupun sosial.

Kamis, 03 Maret 2011

Koran, Cerpen, dan Sumber Belajar

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang diajarkan di semua lembaga pendidikan formal, yaitu di sekolah dasar hingga di Sekolah Menengah Umum (SMU), bahkan secara mendalam dikaji di perguruan tinggi. Di SMU Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang diujikan di Ujian Akhir Nasional (UAN). Dalam KTSP yang diterbitkan tahun 2006, pembelajaran bahasa Indonesia di SMU diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi dan sikap kritis terhadap hasil karya kesusastraan manusia.

It’s Mine


It’s Mine
(Children's fairy tale)
My baby brother wanted to sleep with my teddy bear. I said,”No,it’s mine.” Mom said, “Why don’t you share with your brother?”
I had to let my brother sleep wit my bear even though it’s mine.
When I was eating a Popsicle, my dad asked, “May I have a bite, please?” I said, “But it’s mine.” Dad said. “It’s nice to share.” He took a big bite.
I set up my train. My sister wanted to play with it. I said, “No, it’s mine.” Mom said, “Let her play, too.”
My sister took the track apart.

Rabu, 02 Maret 2011

Children's fairy tale (the series)


The Gingerbread Man

Once upon a time a little old man and a litle old woman lived together in a little old house in a country.
Their children were all grown up and the little old man and the little old woman were very lonely. So one day while she was baking, the oldwoman decided to make a little gingerbread man.
She rolled out the dough and cut it in the shape a little gingerbread man.
She gaves him currants for eye, raisins for buttons, and some red sugar for a mouth.
Then she called the  little old man to see what a sweet little fellow the gongerbread man would be, and she put the pan into the oven to bake.
Some time later when she thought the gingerbread man was done, she opened the oven and took out the gingerbread man.
With a bump and a jump, the gingerbread man leaped to the floor. Out of the house he ran, calling back over his shoulder, “Run, run, as fast as you can. You can’t catch me. I’m a gingerbread man.”