Rabu, 16 Februari 2011

KEKERASAN BAHASA

Kekerasan Bahasa

Betulkah kita bangsa yang ramah, sopan dan santun? Katanya, keramahtamahan orang Indonesia selaku bangsa Timur tidak hanya pada sesama anggota keluarga dan masyarakat, namun juga kepada orang lain. “Tamu adalah raja”, demikian slogan yang sering kita dengar, mengandung pesan agar memuliakan orang lain yang hadir di tengah kita.
Tampaknya, “doktrin” kita ini masyarakat yang ramah dan sopan perlu ditinjau ulang, sebab akhir-akhir ini kekerasan cenderung dijadikan cara “mengekspresikan” eksistensi dan kepentingan. Lihat saja trend tawuran antarpelajar yang sebenarnya dipicu oleh persoalan sepele (misalnya komunikasi yang kurang tepat), demontrasi mahasiswa mulai sering berakhir ricuh dan merusak fasilitas umum, serta cara-cara main hakim sendiri terhadap anggota masyarakat yang diindikasi berbuat kriminal. Mengapa slogan ramah, sopan dan santun itu semakin sulit dicari contoh empiriknya di masyarakat? Perspektif legal formal menilai lunturnya sopan santun dan keramahtamahan tersebut karena low enforcements yang lemah dan hilangnya wibawa negara di mata rakyatnya. Di tengah situasi semacam itu, yang paling kuat dan keras bersuaralah pemenangnya. Wajar bila ada anggapan kehidupan kita ini dikendalikan oleh para preman, baik preman jalanan maupun preman kantoran. Kekerasan fisik maupun verbal sering muncul di tengah-tengah kita. Apakah kita termasuk orang yang melakukan atau orang yang secara hati-hati menghindari adanya kekerasan berbahasa.

Senin, 14 Februari 2011

etnografi

ANALISIS TEMA BUDAYA

Menurut Spradley bahwa analisis tema budaya yaitu mencari hubungan diantara domain dan hubungan dengan keseluruhan, yang se-lanjutnya dinyatakan ke dalam tema tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.
Spradley mengemukakan beberapa strategi untuk membuat sebuah analisis tema yang diperoleh dari penelitiannya sendiri yakni: a) melebur, b) membuat suatu inventarisasi budaya, c) membuat sebuah analisis komponen untuk berbagai domain bahasa asli informan, d) mencari kemiripan di antara berbagai dimensi kontras, e) mengidentifikasi domain-domain yang meng-atur, f) membuat diagram skematik suasana budaya, f) mencari tema-tema universal, g) menulis ikhtisar ringkasan suasana budaya, h) membuat be-berapa perbandingan dengan berbagai suasana budaya yang hampir sama.
Pencarian tema dengan strategi yang dikemukakan di atas dilakukan dengan melebur diri selama berada di lapangan penelitian.

BAHASA DAN GENDER

1. BAHASA DAN GENDER
Dalam perbedaan penggunaan bahasa oleh kaum laki-laki dan perempuan tidak bisa dikatakan sebagai suatu kecendrungan yang bersifat biologis semata. Faktanya menunjukkan bahwa faktor sosial dan budaya memegang peranan lebih penting dan menentukan dalam cara bagaimana kaum perempuan dan laki-laki (harus) berbicara.

BAHASA DAN BUDAYA

Bahasa sebagai Pengungkap Realitas Budaya

Bahasa dikatakan sebagai pengungkap realitas budaya, pertama karena bahasa merupakan alat komunikasi . Sebagai alat komunikasi bahasa berfungsi sebagai alat penghubung antarmanusia dalam kehidupan sosial. Kontak sosial dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah luas dan kompleks.

HIDDEN STRUCTURE

STRUKTUR YANG TERSEMBUNYI

A.Struktur Tersembunyi

Tulisan ini membahas uraian J. Bronowski (1978) tentang penemuan-penemuan (discovery) yang beliau tulis dalam bukunya the ascent man. Bronowski menguraikan tentang penemuan beberapa hal yang bersifat kimiawi, khususnya tentang persenyawaan yang pada akhirnya banyak menguak tentang rahasia alam yang tadinya tidak terlihat menjadi terlihat. Kilasan cerita penemuan tersebut disebut struktur yang tersembunyi (the hidden structure). Berbagai penemuan tersebut pada akhirnya dapat membuka dan mengubah cakrawala (paradigm) yang tidak dipahami sebelumnya, yaitu:
1. Penemuan Api Sebagai Sumber Kehidupan

Minggu, 13 Februari 2011

Tajalli

TAJALLI

Berlindunglah kepada Zat yang Maha Mulia
Bertawasullah kepada manusia mulia
Berkacalah pada kerendaahan hati para aulia
Mohonlah ampun kepada-Nya
Berkatalah dengan lirih
bersikaplah tawadhu dan memasrahkan diri
Yakinlah akan hidayah yang diberikan oleh-Nya

Selamat jalan, selamat berjuang adikku BURHAN

Dik, minggu lalu kamu pamit akan berenang ke lautan ilmu, menenggelamkan diri ke samudra hikmah. Apa kau sanggup, Dik? Engkau berkata,"Saya sudah siap, Kak". "Saya titip istri dan dua anak lelaki saya. Selama saya pergi telah saya siapkan bekal sekedarnya untuk mereka, selebihnya kupasrahkan mereka di tangan-Nya". Baik, akan ku jaga amanahmu. Pergilah! Akupun pernah melakukan ini sebelumnya. Perjalanan ke sana memang sangat berat, tetapi dengan kesabaran dan tekad yang kuat, Ia akan memudahkan jalan itu. Mengarungi lautan ilmu dan samudra hikmah adalah jihad. berbekalah dengan taqwa, karena itu adalah sebaik-baik bekal.
Bukankah kita pernah membahas hal ini sebelumnya, bahwa jalan itu hanya bisa ditempuh dengan "jalan mati", ya mati selagi hidup. Dan bukankah yang akan kau temui adalah kebahagiaan tiada tara seorang pemburu cinta. Kebahagiaan tak terperi seorang pemburu hidayah. Tapi ingat, Dik! Perjalanan ini adalah perburuan cahaya, "Cahaya di atas cahaya".