Rabu, 18 Juni 2014

KEJUJURAN - UNPREDICTABLE

     Ujian Sekolah SD telah kami laksanakan dari tgl 19 hingga 24 Mei 2014. Sehari setelahnya saya dan rekan seperjuangan Pak Uki langsung memprediksi hasil. Ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Sebagian siswa jauh dari prediksi memuaskan, bahkan beberapa siswa prediksinya mengecewakan. Unpredictable!!! Masa satu bulan menunggu sangat melelahkan. Jika prediksi ini sama dengan hasil resmi nanti, mau dikemanakan galau ini.
     Bukan menghibur diri. Tahun ini adalah tonggak kejujuran pelaksanaan ujian. Kami khususnya wali kelas dan para panitia sangat mengutamakan kejujuran dalam mengerjakan soal. Ditengah maraknya jual beli bocoran jawaban, kami tetap berusaha keras tidak melakukan cara-cara menyimpang tersebut. Mungkin hasil resmi nanti adalah jawaban atas optimisme kami melaksanakan ujian yang jujur dan bersih. Pahit memang menerima kenyataan hasil yang jauh dari harapan, tetapi kami merasa bangga telah menanamkan kejujuran kepada siswa kami. Pahit awalnya tapi manis yang akan kami petik nantinya.

Jumat, 20 September 2013

Pepatah Petitih Minangkabau

1.       Adat banagari mamaga nagari, adat bakampuang mamaga kampuang. (Adat bernegeri memagar negeri, adat berkampung memagar kampung)
Dikatakan juga : Tagak banagari mamaga nagari, tagak basuku mamaga suku. (Tegak bernegeri memagar negeri, tegak bersuku memagar suku).
Artinya: Nasihat kepada seseorang agar solidaritas dalam pergaulan hidup sehari-hari, janganlah mementingkan diri sendiri saja; hendaklah suka berkorban untuk negara dan bangsa
2.       Adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah (Adat bersendi syara, syara bersendi kitabullah) bisa disambung dengan : Sarak mangato, adat mamakai (syara mengata, adat memakai)
Artinya : Adat dan agama di Minangkabau, selalu bantu membantu; adat memakaikan peraturan-peraturan yang sudah digariskan oleh syara (hukum Islam). Jadi semua urusan dalam negeri, terutama yang berhubungan dengan perhelatan nikah kawin, kematian dan lain-lain, selalu berdasarkan peraturan adat dan syariat dai Kitabullah (AlQuran).
3.       Adat di ateh tumbuah, pusako di ateh tampek (Adat di atas tumbuh, pusaka di atas tempat)
Artinya : Adat baru berdiri, jika tumbuh suatu peristiwa (kejadian), sebab itu seseorang yang akan membicarakan urusan adat sebuah negeri, haruslah lebih dahulu mengetahui akan tempat tumbuhnya satu-satu adat itu, karena walaupun pada hakekatnya adat itu sama, tetapi tempat kedudukannya berlain-lainan.
Demikian pula tentang pembagian pusaka menurut adat baru dapat dilakukana setelah mengenal tempat dan aturan-aturannya.
4.       Adat diisi, limbago dituang (Adat diisi, lembaga dituang)
Artinya: Ketentuan tentang pelaksanaan kehidupan masyarakat, yaitu mengerjakan sesuatu menurut yang telah dibiasakan (diadatkan).
5.       Adat dipakai baru, kain dipakai usang (adat dipakai baru, kain dipakai usang)
Suatu nasihat agar orang jangan menyia-nyiakan adat yang baik, karena adat itu bila selalu dipakai akan tetap baru; sedangkan kain dan benda-benda lain kalau selalu dipakai segera menjadi usang.
6.       To be continue

It’s nice of you to share

My baby brother wanted to sleep with my teddy bear. I said, No, it’s mine.” Mom said, “Why don’t you share with your brother?”
I had to let my brother sleep wit my bear even though it’s mine.
When I was eating a Popsicle, my dad asked, “May I have a bite, please?” I said, “But it’s mine.” Dad said. “It’s nice to share.” He took a big bite.
I set up my train. My sister wanted to play with it. I said, “No, it’s mine.” Mom said, “Let her play, too.”

Why do sunflowers turn towards the sun?

Sunflowers’ beautiful, yellow heads and green leaves follow the sun across the sky, making warm landing pads for bees and catching lots of energy-giving light.
Why do cactuses have prickles?
Cactuses are the roughest, toughest plants in the desert. Their sharp prickles protect them from hungry animals and collect precious water fro m dewdrops.
Why do plants have to be watered?
Next time it rains, think about the plants outside. They use rainwater to make food and to hold up their leaves. Indoor plants would die if we didn’t give their thirsty roots a drink.

Sabtu, 14 September 2013

Ummu Al Hasanah Attaqwa


Ummu Al Hasanah Attaqwa
 ( The Real Modern of Tasawwuf )
THE JOURNEY OF HAKEKAT
HARI PERTAMA
25 Maret 2012

Tiba di makam kramat Mbah Priok jam 1 malam, pada pagi hari setelah solat duha, dan solat liaunillah sekaligus berpamitan dengan Mbah Priuk lalu telp Pak Kyai untuk start awal nestapa perjalanan dan diijazahkan menirukan suara Pak Kyai.
Kira-kira 100 m dari makam Mbah Priuk saya menemukan uang Rp. 20.000 dan setelah saya berjalan beberapa langkah saya dihadang seorang lelaki tua umur 68 tahun bernama ABDUL MADJID pekerjaan musafir asal Medan, lalu dia memanggil saya, “ Hai kamu, berhenti, kamu dari Madura yaa …????
·         Jawab saya “Bukan”.
Lalu dia bertanya : “Begini ada yang mau saya tanyakan, maksud dan tujuan kamu ke mana??
·         Jawab:  saya hanya diam
·         Saya hanya menjawab: Saya Asal Jakarta, Cawang
·         Saya kira kamu asal Bangkalan atau Sampang Madura
·         Maksud tujuan kamu apa??
·         Jawab : Saya tidak menjawab
·         Kalau kamu mau ke makam kramat saya bias antarkan kamu, dari mulai makam Asmoro Ghondhi s/d Makam 9 wali saya tahu …!!!
·         Jawab: Saya hanya diam
·         Kamu dari pondok pesantren mana?
·         Jawab : Saya dari Jember, kamu kenal Kyai Musaqysah dia asal Jember itu sebelah mana pesantren kamu?
·         Jawab: Wuluhan.
·         Kamu mau tahu pesantren dari mulai Tebu Ireng Jombang s/d Syech Dimyati Banten Saya Tahu, dan kamu saya kenalkan dengan adiknya, saya sahabat erat dengan dia.
Setelah itu dia minta uang pada saya untuk ongkos karena dia punya uang tinggal 2 ribu, lalu saya kasih 10 ribu dan jabat tangan sambil bilang ikhlas yaaa dan tersenyum, kemudian pergi.
Setelah beberapa meter saya baru tersadar siapa dia sebenarnya dan saya telp. Pak Kyai tentang pertemuan dengan orang tua tersebut.
Jawab Pak Kyai: “Beh, kamu gimana Gun, pakai Tanya siapa dia, ya dia itu NH tau”,  …. kamu itu kurang jeli, !!!! Wes-wes heee sudah jalan lagi sana nanti juga akan ketemu lagi. Yang tawakkal dan tasbehnya diplintir untuk berzikir.
Lalu kembali saya melakukan perjalanan ke arah Cawang. Saat saya akan melintasi halte bis dekat POLSEK Tj. Priuk tiba-tiba ada anak muda duduk termenung. Pada waktu saya lihat dari kejauhan. Hanya ada seorang wanita sendirian berdiri di halte tsb. Akan tetapi waktu saya mendekat saya hanya melihat anak muda.
Kemudian saya duduk di sampingnya sambil memperbaiki tasbih saya yang rusak. Saya senyum padanya dan saya tanyakan dari mana asalnya.
Jawabnya:”Rumah saya di Semper Tj. Priuk. Sudah empat hari saya jalan dari rumah untuk jual knalpot tapi tidak laku-laku. Sedangkan anak saya masih kecil dan lagi sakit panas, kemudian saya Tanya lagi namanya siapa, Mas kamu?? Nama saya Ardhi asal Yogyakarta. Kemudian saya sodorkan uang 20 ribu (Uang hasil nemu di jalan dekat Mbah Priuk), kemudian saya berdiri. “Mas saya mau melanjutkan perjalanan!”. Kira-kira lima langkah saya menoleh ke belakang, anak muda tersebut telah hilang lenyap padahal jalan di halte tersebut tidak ada belokan. ???....?????....!!!
HARI KE-2
26 Maret 2012

            Pada pagi hari kira-kira jam 08.30 saya bertemu dengan seorang anak muda di Jl. Gatot Subroto (sebelum Museum Satria Mandala) dia berbaju biru dan hitam berkopyah sama seperti yang saya kenakan. Membawa tas besar warna hitam. Tiba-tiba dia berhenti turun ke drainase (got) sambil mencuci potongan spanduk. Dia menoleh kepada saya sambil senyum.
Saya tetap melanjutkan perjalanan sambil berzikir. Akan tetapi tiba-tiba anak muda itu melintas dengan cepat sambil menoleh ke saya sambil senyum-senyum dengan berjalan sangat cepat.
NB.: Beliau juga menyatakan ke sini disuruh Guru Imam.
Lalu saya tersadar siapa dia, dengan sekuat tenaga, saya kejar dia, Alhamdulillah dapat saya tangkap (Tepat di depan Bank Mandiri Pusat) lalu terjadi pembicaraan:
Ø  Sambil tertawa dia berkata pada saya. “Saya ini sudah menyeberangi tiga lautan, tiga samudera akan tetapi belum juga dapat isteri. Saya sudah sangat ngebet sekali ingin punya istri”.
Ø  “Pemerintah sekarang ini banyak menyengsarakan rakyat, dan merampas hak-hak rakyat”.
Ø  SBY dan Budiono merampas hak-hak rakyat dengan menaikan BBM
Ø  “Habib Riziq itu tidak bersalah. Ini hanyalah kepentingan dan permainan Amerika. Sampaikan pada Habib Riziq teruskan perjuangan, jangan takut!”.
Lalu saya minta rokok beliau dan saya juga minta dana pada beliau untuk pembangunan pondok yang baru dan saya desak terus juga minta untuk mendoakan saya dan wejangan.
            Hai NH yang ada pada diri sampean saya minta wejangan dari sampean juga dana kurang lebih 5 milyar untuk pembangunan pondok.
            Jawab dia: “Saya ini hanya disuruh Guru Imam untuk ke sini dan hanya ingin mencari istri, sudah ngebet niih, …. Mana sini kembalikan korek saya.
Saya tetap tidak mau mengembalikan. Jawab dia: “Gimana sih, saya nggak punya uang, mana korek apinya !!!. Saya tidak mau sambil tangan saya pegang jempolnya. Saya pencet-pencet tapi tidak lunak, biasa saja, kemudian saya sundut dengan rokok. “Eh,.. eh panas” berarti kamu menyengsarakan hak-hak rakyat. Maaf-maaf, eh mana korek api saya, kembalikan!!. Akhirnya sayakembalikan kemudian dia berlari cepat.
Kemudian saya report telp Pak Kyai tentang pertemuan ketiga tersebut. Jawab Pak Kyai: “Beh, berarti kamu Gun, kurang jeli dan harus bertahan dan juga paksa sampai dapat, jangan kalah negoisasi”.
“Sudah sekarang kamu sholat dhuha”. Lalu saya cari masjid tapi nggak ada, hanya ada mushola di lantai 2 RS Siloan. Saya tidak mau karena RS Kristen, lalu saya kembali jalan untuk mencari masjid.
Di tengah jalan saya dihadang oleh orang tua gembel bertopi caping. “Mas kalo mau sholat di sana di belokan kana nada masjid lalu ke kiri seberang. Kemudian saya ia saya beri uang 2000 rupiah dan saya tanya, “Dari mana Pak?” “Dari Semarang”, jawabnya. “Sudah mas solat sana!” lalu saya jalan kembali. Alhamdulillah saya menemukan Masjid Al Hidayah tepatnya di apartemen Gedung Sampurna SQ.
Hari Ke-3
27 Maret 2012

                Pada siang hari jam 11.00 tepatnya di Patra Jasa Jl. Gatot Subroto, perjalanan saya dihadang orang tua gembel (pemulung). Dia  menghadang meminta uang lalu saya berikan 2000 rupiah dia bilang kurang dan dia mengajak saya untuk omong dan mengeluh tentang:

1.      Cucunya sedang sakit tipes perlu uang buat beli obat lalu saya beri 70.000 rupiah dia bilang ini masih kurang dia perlu 80.000 rupiah dari mana ia mendapat uang sebanyak itu untuk beli obat.
2.      Dia terus saja menangis dan cerita bahwa tiap hari dihina oleh tetangganya karena masak ikan cuwe melulu yang sangat bau. Jadi cucunya sakit typus (karena makan ikan).
3.      Dan saya bilang kepada dia bahwa saya diutus oleh Pak Kyai untuk mencari dana pembangunan pondok pesantren yang baru dan membutuhkan dana kurang lebih 5 miliar dengan tanah kurang lebih 500 hektar.
Dia jawab: Oh iya nanti dibangun masjid dan kotak-kotak di sekelilingnya sebagai kelengkapannya.
4.      Setelah itu d ia mendoakan saya siang malam dan meminta saya untuk solat tahajjud tiap jam 03.00 malam.

Hari ke-4
28 Maret 2012

            Sesuai petunjuk yang didapat bahwa saya harus itikaf di Masjid Al Munawwar Pancoran secara terus menerus sampai mendapat petunjuk (pada malam hari) dan pada siang hari saya tetap nestapa (melakukan perjalanan).
            Saya terus jalan kea rah Duren Tiga ke arah Mampang terus Rasuna Said tembus jalan Casablanca. Setelah lurus sampailah saya di Masjid Al Hidayah untuk sholat Dzuhur. Setelah solat Zhuhur  (setelah tawajjuh) ada yang berbicara kepada saya: “Di masjid ini ada makam Syech Muhammad Abdul Mukti”.

UMROH DI ANCOL



Ancol , Jumat, 19 April 2013

Disampaikan NH kepada Gunawan
1.      Bahwasanya air adalah sumber kehidupan bagi manusia yang datang dari langit (bukan dari bumi) yang pada hakekatnya adalah pemberian Allah. Ketahuilah bahwa segala kotoran yang tertumpah ke laut akan dinetralisir oleh air laut.
2.      Jangan sekali-kali mengabaikan pelajaran dari gurumu. Untuk memantapkan keyakinan dan kenyataan akan tugas-tugas yang diberikan, diperlukan kesabaran dan qonaah untuk melaksanakannya. Tugas-tugas itu juga hendaknya dilaksanakan dengan menghilangkan sikap egois, dan tamak.
3.      Ingatlah; “Ud’uni astajib lakum “ (3x).
“UD’UNI ASTAJIB LAKUM“ (QS 40: ayat 60)
“Ud’uni astajib lakum“ Artinya: “Berdoalah padaku,maka niscaya akan kukabulkan” Jadi Alloh malah memerintah kepada setiap muslim untuk minta, minta, dan minta apa saja kepada Alloh. Alloh tidak akan bosan memberi apa saja yang diminta hambanya. Doa adalah otaknya ibadah, makin sering kita berdoa, berarti kita makin banyak mengerjakan ibadah, sehingga makin banyak pula pahala yang kita dapatkan. Bahkan Alloh marah jika ada hambanya yang tidak mau minta pada Alloh.
- Rosul SAW bersabda dalam HR.Tirmidhi:
“Mallam yas-alillaha yagh dob’ alaihi “ Artinya: “Barang siapa yang tidak berdoa kepada Alloh,maka Alloh marah pada nya” Jadi Doa adalah salah satu ibadah yang sangat penting dikerjakan. Saat kita butuh pertolongan Alloh,kita segera berdoa pada Alloh. Ada beberapa hal yang seharusnya dikerjakan agar doa kita mustajab atau dikabulkan Alloh.
- Dalam HR.AbuDawud Umar bin khotob berkata:
“Sesungguhnya Nabi ketika mengangkat kedua tangannya untuk berdoa,maka Nabi tidak meletakkan kedua tangannya sampai kedua tangannya mengusap wajahnya” Jadi saat berdoa,Nabi mengangkat kedua telapak tangan nya dan tetap mengangkat lalu diakhiri dengan mengusapkan kedua telapak tangannya di wajah beliau.
- Rosul SAW beresabda dalam HR.Tirmidhi:
“Barang siapa yang ingin dikabulkan doanya oleh Alloh saat menghadapi cobaan yang berat dan kesusahan,maka memperbanyaklah doa pada waktu LONGGAR nya”
- Rosul SAW bersabda dalam HR.Abudawud:
“Doa akan dikabulkan oleh Alloh,selagi TIDAK TERGESA2 dia, maksudnya dia berkata: aku telah berdoa,tapi belum dikabulkan “
- Rosul bersabda dalam HR.AbuDawud:
“Kamu Jangan berdoa dengan mengatakan: ’ya Alloh ampunilah aku JIKA KAMU MENGHENDAKI, ya Alloh kasihinilah aku JIKA KAMU MENGHENDAKI. Tapi kalian supaya MENETAPKAN permintaan kalian. sesungguhnya perbuatan tersebut bukanlah sebuah paksaan pada Alloh. sumber: “http://desaakhirat.wordpress.com/2012/06/07/doa-mustajab/
4.      Pada hakekatnya, tentang pelajaran keyakinan itu diibaratkan seperti manusia. Jangan dipikirkan terlalu dalam dan terlalu menggunakan akal. Seperti manusia sebagai perumpamaan. Manusia pada mulanya adalah tidak ada (nyata) tetapi menjadi ada (nyata). Ketika manusia belum lahir maka dapat dikatakan manusia itu belum ada, dan dikatakan ada setelah manusia itu dilahirkan.
Yakinlah akan kenyataan dan keberhasilan tugas-tugas yang telah diberikan. Janganlah memikirkan uang sebagai ukuran atau barometer, karena pada hakekatnya barometer keberhasilan tugas yang diberikan adalah peningkatan kedekatan dan ketaqwaan diri kepada Allah.
5.      Ketahuilah bahwa air laut itu asin. Asinnya air laut dapat diibaratkan dengan kehidupan manusia. Hidup manusia yang tidak berasa asam seumpama kehidupan yang hambar tanpa rasa dan makna. Bukankah masakan daging yang tidak diberi garam akan terasa hambar dan tidak enak rasanya.
6.      Ketahuilah bahwa yang di dalam diri Gurumu ibarat gunung yang sangat besar yang akan meluluhlantahkan dunia tidak dengan panasnya, tetapi ia akan melakukannya dengan kearifan dan kebijakannya. Karenanya, jangan sekali-kali melalaikan tugas dan perintahnya. Jangan gunakan akal pikiran dalam mengerjakan tugas dari gurumu agar segera menjadi kenyataan.
7.      Lihatlah temanmu yang sedang tidur itu. Ketahuilah bahwa manusia yang tidur adalah mati dan akan hidup ketika ia dibangunkan oleh Allah.
8.      Aku mengizinkan jika kalian akan berziarah ke makam-makam keramat, asalkan tetap fokus kepada tugas. Niatkan ketika berziarah untuk berdoa di makam orang soleh, karena bahwasanya mereka akan mengamini doa kita.
9.      Ketahuilah, kedatangan kalian kesini ibarat berumroh.
Penjelasan Pak Jupri; umrah adalah
-          kegiatan menyempurnakan keislaman,
-          ungkapan rasa rindu/kangen kepada Allah,
-          dapat bermanfaat untuk menunjukkan semangat beribadah kepada Allah.
10.  Setelah ini pergilah ke masjid untuk membahas hal ini.
INI ADALAH LADANGKU UNTUK MENGAIS NAFKAH DAN MENCANGKUL RIDHO ILAHI