Sabtu, 14 September 2013

UMROH DI ANCOL



Ancol , Jumat, 19 April 2013

Disampaikan NH kepada Gunawan
1.      Bahwasanya air adalah sumber kehidupan bagi manusia yang datang dari langit (bukan dari bumi) yang pada hakekatnya adalah pemberian Allah. Ketahuilah bahwa segala kotoran yang tertumpah ke laut akan dinetralisir oleh air laut.
2.      Jangan sekali-kali mengabaikan pelajaran dari gurumu. Untuk memantapkan keyakinan dan kenyataan akan tugas-tugas yang diberikan, diperlukan kesabaran dan qonaah untuk melaksanakannya. Tugas-tugas itu juga hendaknya dilaksanakan dengan menghilangkan sikap egois, dan tamak.
3.      Ingatlah; “Ud’uni astajib lakum “ (3x).
“UD’UNI ASTAJIB LAKUM“ (QS 40: ayat 60)
“Ud’uni astajib lakum“ Artinya: “Berdoalah padaku,maka niscaya akan kukabulkan” Jadi Alloh malah memerintah kepada setiap muslim untuk minta, minta, dan minta apa saja kepada Alloh. Alloh tidak akan bosan memberi apa saja yang diminta hambanya. Doa adalah otaknya ibadah, makin sering kita berdoa, berarti kita makin banyak mengerjakan ibadah, sehingga makin banyak pula pahala yang kita dapatkan. Bahkan Alloh marah jika ada hambanya yang tidak mau minta pada Alloh.
- Rosul SAW bersabda dalam HR.Tirmidhi:
“Mallam yas-alillaha yagh dob’ alaihi “ Artinya: “Barang siapa yang tidak berdoa kepada Alloh,maka Alloh marah pada nya” Jadi Doa adalah salah satu ibadah yang sangat penting dikerjakan. Saat kita butuh pertolongan Alloh,kita segera berdoa pada Alloh. Ada beberapa hal yang seharusnya dikerjakan agar doa kita mustajab atau dikabulkan Alloh.
- Dalam HR.AbuDawud Umar bin khotob berkata:
“Sesungguhnya Nabi ketika mengangkat kedua tangannya untuk berdoa,maka Nabi tidak meletakkan kedua tangannya sampai kedua tangannya mengusap wajahnya” Jadi saat berdoa,Nabi mengangkat kedua telapak tangan nya dan tetap mengangkat lalu diakhiri dengan mengusapkan kedua telapak tangannya di wajah beliau.
- Rosul SAW beresabda dalam HR.Tirmidhi:
“Barang siapa yang ingin dikabulkan doanya oleh Alloh saat menghadapi cobaan yang berat dan kesusahan,maka memperbanyaklah doa pada waktu LONGGAR nya”
- Rosul SAW bersabda dalam HR.Abudawud:
“Doa akan dikabulkan oleh Alloh,selagi TIDAK TERGESA2 dia, maksudnya dia berkata: aku telah berdoa,tapi belum dikabulkan “
- Rosul bersabda dalam HR.AbuDawud:
“Kamu Jangan berdoa dengan mengatakan: ’ya Alloh ampunilah aku JIKA KAMU MENGHENDAKI, ya Alloh kasihinilah aku JIKA KAMU MENGHENDAKI. Tapi kalian supaya MENETAPKAN permintaan kalian. sesungguhnya perbuatan tersebut bukanlah sebuah paksaan pada Alloh. sumber: “http://desaakhirat.wordpress.com/2012/06/07/doa-mustajab/
4.      Pada hakekatnya, tentang pelajaran keyakinan itu diibaratkan seperti manusia. Jangan dipikirkan terlalu dalam dan terlalu menggunakan akal. Seperti manusia sebagai perumpamaan. Manusia pada mulanya adalah tidak ada (nyata) tetapi menjadi ada (nyata). Ketika manusia belum lahir maka dapat dikatakan manusia itu belum ada, dan dikatakan ada setelah manusia itu dilahirkan.
Yakinlah akan kenyataan dan keberhasilan tugas-tugas yang telah diberikan. Janganlah memikirkan uang sebagai ukuran atau barometer, karena pada hakekatnya barometer keberhasilan tugas yang diberikan adalah peningkatan kedekatan dan ketaqwaan diri kepada Allah.
5.      Ketahuilah bahwa air laut itu asin. Asinnya air laut dapat diibaratkan dengan kehidupan manusia. Hidup manusia yang tidak berasa asam seumpama kehidupan yang hambar tanpa rasa dan makna. Bukankah masakan daging yang tidak diberi garam akan terasa hambar dan tidak enak rasanya.
6.      Ketahuilah bahwa yang di dalam diri Gurumu ibarat gunung yang sangat besar yang akan meluluhlantahkan dunia tidak dengan panasnya, tetapi ia akan melakukannya dengan kearifan dan kebijakannya. Karenanya, jangan sekali-kali melalaikan tugas dan perintahnya. Jangan gunakan akal pikiran dalam mengerjakan tugas dari gurumu agar segera menjadi kenyataan.
7.      Lihatlah temanmu yang sedang tidur itu. Ketahuilah bahwa manusia yang tidur adalah mati dan akan hidup ketika ia dibangunkan oleh Allah.
8.      Aku mengizinkan jika kalian akan berziarah ke makam-makam keramat, asalkan tetap fokus kepada tugas. Niatkan ketika berziarah untuk berdoa di makam orang soleh, karena bahwasanya mereka akan mengamini doa kita.
9.      Ketahuilah, kedatangan kalian kesini ibarat berumroh.
Penjelasan Pak Jupri; umrah adalah
-          kegiatan menyempurnakan keislaman,
-          ungkapan rasa rindu/kangen kepada Allah,
-          dapat bermanfaat untuk menunjukkan semangat beribadah kepada Allah.
10.  Setelah ini pergilah ke masjid untuk membahas hal ini.
INI ADALAH LADANGKU UNTUK MENGAIS NAFKAH DAN MENCANGKUL RIDHO ILAHI

Jumat, 13 September 2013

SAUDARAKU, SAYA BERHARAP KITA SELALU BERSAMA DALAM PERJUANGAN LI 'ALAI KALIMATILLAHI, AMIN.

Kamis, 24 Januari 2013


Sura: Al-Faatiha
 Ø¨ِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َٰÙ†ِ الرَّØ­ِيمِ
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.



الْØ­َÙ…ْدُ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ رَبِّ الْعَالَÙ…ِينَ
Praise be to Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds;



الرَّØ­ْÙ…َٰÙ†ِ الرَّØ­ِيمِ
Most Gracious, Most Merciful;



Ù…َالِÙƒِ ÙŠَÙˆْÙ…ِ الدِّينِ
Master of the Day of Judgment.



Ø¥ِÙŠَّاكَ Ù†َعْبُدُ ÙˆَØ¥ِÙŠَّاكَ Ù†َسْتَعِينُ
Thee do we worship, and Thine aid we seek.



اهْدِÙ†َا الصِّرَاطَ الْÙ…ُسْتَÙ‚ِيمَ  
Show us the straight way,



صِرَاطَ الَّذِينَ Ø£َÙ†ْعَÙ…ْتَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِÙ…ْ غَÙŠْرِ الْÙ…َغْضُوبِ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَÙ„َا الضَّالِّينَ
The way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray.


Sabtu, 19 Januari 2013


MANTRA

Saat membahas kajian wacana pada program doktor bahasa, kami membahas mantra. Saat itu juga terngiang masa-masa remaja penuh petualanga, salah satunya ada seorang tua yang mengijazahkan beberapa mantra kepada saya.
Tulisan ini tidak mengkaji apa itu wacana, klasifikasi, dan praktik analisisnya. Cukup  menguras energi jika saya tulis lagi di sini.
Biarlah adik-adik mahasiswa yang tinggi semangat kebahasaannya untuk membahas hal ini.
Dua mantra (dan masih banyak lainnya) berikut hanyalah nostalgia masa muda yang  ingin saya kenang.

Hong hyang kakang cahya
Adam adeku Rasululloh awakku
Sakabehing jalma ing manungsa
Sing  angrugu sing angrungu karo aku
Sedah kanyut kanyut korut
Krsana lailaha illalloh
Muhammad rosululloh
****

Sima pupu sima bayu sima putih
Nggeus kecekel ku aing
Nggeus kepengkeus prawasa
Taluk si cabang bayi
Peungpetkeun sungutna si anu
Peungpeutken deui amarahna si anu
****

Ya Allah, jika orang yang menghadiahkan mantra ini bersalah karenanya, ampunilah segala dosanya. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala hal yang tersembunyi!!

Jumat, 28 Desember 2012


Maaf

Saya pernah membuat kesalahan, dan itu cukup vatal. Awalnya tidak saya sadari, karena semua terjadi karena ulah dua orang teman. Saya memutuskan hubungan percintaan secara sepihak.  Setelah tiga belas tahun lamanya, dari beberapa orang yang  masih dekat dengannya, ia mengalami penderitaan panjang. Mulai dari kekecewaan terhadap lelaki, merasa dikhianati, hingga ia lari ke pelukan seorang lelaki  yang telah beristri.
Di lubuk hati yang paling dalam, saya masih mencintainya. Tapi perasaan itu saya pendam dan saya buang jauh-jauh, karena kami sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Saya menyadari, yang terjadi adalah takdir semata. Manusia tidak akan bisa mengelak dari skenario yang Maha Kuasa.
Akhir tahun 2012, saya mencoba menelusuri keberadaannya di dunia maya. Tidak saya sangka ia mau saya sapa dan mengobrol lewat chatting facebook. Nada bicaranya cukup dewasa, seakan ia telah melupakan masalah di antara kami. Jauh dari kesan penderitaan yang saya dengar. Atas persetujuannya, kami berjanji untuk saling bertemu.
Saya sangat menghargai kesediannya untuk bertemu. Jika nanti bertemu, kalimat pertama yang ingin saya ucapkan adalah “maaf”, dan hutang penjelasan yang selama ini menghantui saya. Tak dapat dipungkiri bahwa meminta maaf adalah salah satu hal yang paling sulit saya lakukan. Tetapi dibanding penderitaan panjang yang ia alami, perasaan malu dan harga diri saya buang jauh-jauh. Yang saya pikirkan sekarang adalah, meminta maaf adalah bentuk penyembuhan harga diri saya dan memberikan ia kesempatan untuk memaafkan saya. Selain itu, meminta maaf mengobati hubungan silaturahmi saya dengannya. Mumpung kami juga masih diberi kesempatan untuk saling bertemu.
Semoga Allah mengampuni saya dan membukaakan pintu hatinya untuk mau memaafkan saya.