Sabtu, 14 September 2013
Kamis, 24 Januari 2013
Sura: Al-Faatiha
بِسْمِ اللَّهِ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
In the name of
Allah, Most Gracious, Most Merciful.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
Praise be to
Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds;
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Most Gracious,
Most Merciful;
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Master of the
Day of Judgment.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Thee do we
worship, and Thine aid we seek.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ
الْمُسْتَقِيمَ
Show us the
straight way,
صِرَاطَ الَّذِينَ
أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
The way of those
on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and
who go not astray.
Sabtu, 19 Januari 2013
MANTRA
Saat
membahas kajian wacana pada program doktor bahasa, kami membahas mantra. Saat itu
juga terngiang masa-masa remaja penuh petualanga, salah satunya ada seorang tua
yang mengijazahkan beberapa mantra kepada saya.
Tulisan ini
tidak mengkaji apa itu wacana, klasifikasi, dan praktik analisisnya. Cukup menguras energi jika saya tulis lagi di sini.
Biarlah
adik-adik mahasiswa yang tinggi semangat kebahasaannya untuk membahas hal ini.
Dua mantra
(dan masih banyak lainnya) berikut hanyalah nostalgia masa muda yang ingin saya kenang.
Hong hyang kakang cahya
Adam adeku Rasululloh awakku
Sakabehing jalma ing manungsa
Sing angrugu sing angrungu karo aku
Sedah kanyut kanyut korut
Krsana lailaha illalloh
Muhammad rosululloh
****
Sima pupu sima bayu sima putih
Nggeus kecekel ku aing
Nggeus kepengkeus prawasa
Taluk si cabang bayi
Peungpetkeun sungutna si anu
Peungpeutken deui amarahna si anu
****
Ya Allah, jika orang yang menghadiahkan
mantra ini bersalah karenanya, ampunilah segala dosanya. Hanya Engkaulah Yang
Maha Mengetahui segala hal yang tersembunyi!!
Jumat, 28 Desember 2012
Maaf
Saya pernah
membuat kesalahan, dan itu cukup vatal. Awalnya tidak saya sadari, karena semua
terjadi karena ulah dua orang teman. Saya memutuskan hubungan percintaan secara
sepihak. Setelah tiga belas tahun
lamanya, dari beberapa orang yang masih
dekat dengannya, ia mengalami penderitaan panjang. Mulai dari kekecewaan
terhadap lelaki, merasa dikhianati, hingga ia lari ke pelukan seorang lelaki yang telah beristri.
Di lubuk hati
yang paling dalam, saya masih mencintainya. Tapi perasaan itu saya pendam dan
saya buang jauh-jauh, karena kami sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Saya
menyadari, yang terjadi adalah takdir semata. Manusia tidak akan bisa mengelak
dari skenario yang Maha Kuasa.
Akhir tahun
2012, saya mencoba menelusuri keberadaannya di dunia maya. Tidak saya sangka ia
mau saya sapa dan mengobrol lewat chatting facebook. Nada bicaranya cukup
dewasa, seakan ia telah melupakan masalah di antara kami. Jauh dari kesan
penderitaan yang saya dengar. Atas persetujuannya, kami berjanji untuk saling
bertemu.
Saya sangat
menghargai kesediannya untuk bertemu. Jika nanti bertemu, kalimat pertama yang
ingin saya ucapkan adalah “maaf”, dan hutang penjelasan yang selama ini
menghantui saya. Tak dapat dipungkiri bahwa meminta maaf adalah salah satu hal
yang paling sulit saya lakukan. Tetapi dibanding penderitaan panjang yang ia
alami, perasaan malu dan harga diri saya buang jauh-jauh. Yang saya pikirkan
sekarang adalah, meminta maaf adalah bentuk penyembuhan harga diri saya dan memberikan
ia kesempatan untuk memaafkan saya. Selain itu, meminta maaf mengobati hubungan
silaturahmi saya dengannya. Mumpung kami juga masih diberi kesempatan untuk saling bertemu.
Semoga
Allah mengampuni saya dan membukaakan pintu hatinya untuk mau memaafkan saya.
Minggu, 23 Desember 2012
Skala Prioritas
Istilah tersebut saya dengar dari pengajian rutin malam Senin di rumah kami. Beliau dengan sabar membimbing kami sekeluarga dan jamaah sekitar untuk membacakan Tafsir dan Fiqih. Qoddimil wujub 'ala nadb, Qoddimil Ahm minal Muhm, kalau tidak salah artinya: Dahulukan yang wajib dari yang sunnah, dahulukan yang penting dari yang kurang penting.
Di bangku kuliah saya mengenal pernyataan di atas dengan istilah skala prioritas. Ternyata pernyataan itu benar sekali. Saya mendapati kenyataan bahwa banyak sekali di antara kita yang kurang memperhatikan skala prioritas hidup. Seperti, banyak di antara kita yang menangguhkan ibadah wajib dengan mengerjakan pekerjaan lain yang secara duniawi sangat melalaikan. Padahal prioritas kita adalah Ridho Allah. Semua kegiatan duniawi yang melingkupi kita selayaknya dikemudiankan jika kita telah menemui hal yang sifatnya wajib. Kecuali kegiatan itu adalah sarana pendukung pelaksanaan yang wajib. Semoga pemahaman hamba ini faqir ini tidaklah keliru...
Istilah tersebut saya dengar dari pengajian rutin malam Senin di rumah kami. Beliau dengan sabar membimbing kami sekeluarga dan jamaah sekitar untuk membacakan Tafsir dan Fiqih. Qoddimil wujub 'ala nadb, Qoddimil Ahm minal Muhm, kalau tidak salah artinya: Dahulukan yang wajib dari yang sunnah, dahulukan yang penting dari yang kurang penting.
Di bangku kuliah saya mengenal pernyataan di atas dengan istilah skala prioritas. Ternyata pernyataan itu benar sekali. Saya mendapati kenyataan bahwa banyak sekali di antara kita yang kurang memperhatikan skala prioritas hidup. Seperti, banyak di antara kita yang menangguhkan ibadah wajib dengan mengerjakan pekerjaan lain yang secara duniawi sangat melalaikan. Padahal prioritas kita adalah Ridho Allah. Semua kegiatan duniawi yang melingkupi kita selayaknya dikemudiankan jika kita telah menemui hal yang sifatnya wajib. Kecuali kegiatan itu adalah sarana pendukung pelaksanaan yang wajib. Semoga pemahaman hamba ini faqir ini tidaklah keliru...
PERTEMUAN
Dalam hidup sudah selayaknya kita mencari guru. Guru yang harus kita cari adalah "Guru Mursid". Beliau adalah sosok yang dapat membimbing kita menuju Sang Ilahi. Siapakah Beliau???? Akan kucari di mana pun Beliau berada. Blog inipun lahir diinspirasi olehnya.
Seiring waktu sosok itu telah ada, bahkan Beliau telah lama menungguku. Dimensi ruang dan waktu hanya Allah SWT, yang memiliki. Kan kutembus ruang yang kasat mata, kan kutebus waktu yang tlah lama terlewatkan.
Ya Allah Yang Maha Sempurna, berilah kekuatan hati untuk mengikuti bimbingannya. Ya Allah Yang Maha Kuasa lagi Bijaksana, berilah petunjuk atas perjalananku ini. Perjalanan yang berujung keridhoanMu.
Dalam hidup sudah selayaknya kita mencari guru. Guru yang harus kita cari adalah "Guru Mursid". Beliau adalah sosok yang dapat membimbing kita menuju Sang Ilahi. Siapakah Beliau???? Akan kucari di mana pun Beliau berada. Blog inipun lahir diinspirasi olehnya.
Seiring waktu sosok itu telah ada, bahkan Beliau telah lama menungguku. Dimensi ruang dan waktu hanya Allah SWT, yang memiliki. Kan kutembus ruang yang kasat mata, kan kutebus waktu yang tlah lama terlewatkan.
Ya Allah Yang Maha Sempurna, berilah kekuatan hati untuk mengikuti bimbingannya. Ya Allah Yang Maha Kuasa lagi Bijaksana, berilah petunjuk atas perjalananku ini. Perjalanan yang berujung keridhoanMu.
Langganan:
Komentar (Atom)

